Selasa, 20 September 2011 15:51:00

YOGYA (KRjogja.com) - Ratu Kraton Yogyakarta, GKR Hemas berpesan kepada seluruh pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Yogyakarta yang melakukan kampanye untuk dapat menghindari politik uang. Tindakan tersebut harus dihilangkan karena dianggap tidak sesuai dengan karakter Yogyakarta sebagai kota yang santun.

“Jangan sampai dalam kampanye Pemilukada Kota Yogyakarta ini ada yang menggunakan politik uang untuk mendapatkan dukungan. Tunjukkan bahwa sebagai warga Yogyakarta, para paslon juga bisa menjunjung tinggi sikap santun,” ujarnya ketika menemui paslon walikota nomor urut 3, Haryadi Suyuti dan Imam Priyono (Hati) di kediaman GBPH Joyokusumo, kompleks Kraton, Selasa (20/9).

Hemas menyampaikan, kampanye harus dirangkai sebagai sebuah kegiatan yang positif, yakni yang mengutamakan ketertiban, keamanan dan tidak merugikan siapapun terutama masyarakat. Permaisuri Sri Sultan HB X ini juga sempat menyampaikan rasa kecewanya karena banyak paslon yang menggunakan simbol Sultan sebagai cara menarik massa.

“Sebenarnya saya menyayangkan ada gambar Sultan dalam baliho maupun bilboard dan spanduk di jalan yang seolah-olah menyatakan dukungan pada paslon tertentu. Padahal, Sultan disini netral dan tidak mendukung salah satu paslon manapun,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Haryadi Suyuti selaku paslon walikota saat itu turut meminta doa restu kepada GKR Hemas agar dapat menjalankan kampanye dengan baik. “Kami memohon doa restu dan dukungan agar dapat berkampanye dengan baik dan tertib. Serta bisa dipercaya warga Yogyakarta untuk membangun kota ini menjadi lebih baik,” tuturnya.

Hadir pada pertemuan ini, puteri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Puan Maharani dan puteri mendiang Presiden Soeharto, Siti Hediyati Soeharto. Selain itu, turut hadir pula Rano Karno dan GKR Pembayun untuk ikut serta berkampanye di Alun-Alun Utara Yogyakarta. (Ran)

Sumber: http://www.krjogja.com/news/detail/100941/GKR.Hemas…Jangan.Ada.Politik.Uang.Dalam.Pemilukada.Kota.Yogyakarta..html