Rabu, 21 September 2011 11:34:00

YOGYA (KRjogja.com) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Yogyakarta bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta menggelar debat bertema Lingkungan Hidup dalam Perspektif Calon Walikota. Namun, Hanafi Rais dan Imam Priyono tidak hadir dalam acara yang digelar di Kantor PWI.Zuhrif Hudaya mendapat kesempatan pertama memaparkan visi misinya dan menekakan pengelolaan sanitasi serta saluran air. Dia memaparkan lebih dari 70 persen sumur warga tercemar bakteri e-coli sehingga untuk mengantisipasinya membuat lebih banyak ruang teruka. Hal ini akan menampung air hujan, mengencerkan air sumur, meningkatkan air bawah tanah sehingga mengurangi pencemaran e-coli.

“Pemerintah sudah mempunyai aturan bahwa lahan yang tertutup bangunan per 100 meter persegi harus memiliki tiga sumur resapan. Namun, hal ini belum dilakukan di Kota Yogyakarta. ke depan, hal ini mutlak harus dilaksanakan,” ujar Zuhrif.

Calon wakil walikota Tri Harjun Ismaji yang menyampaikan pemaparannya lebih banyak menyampaikan hal diluar konteks yang dibicarakan. Dan tidak memberikan jawaban atas permasalahan teknis lingkungan hidup.

“Kota Yogya yang dibangun oleh Sri Sultan HB I dengan visi mengedepankan sumber daya manusia, bukan sumber dayaalam. Karena itu, permasalahan lingkungan hidup harus diselesaikan
dengan membangun Yogya berbasis kota kreatif,” ujarnya.

Haryadi Suyuti menjelaskan masalah utama lingkungan hidup adalah Sampah meskipun saat ini jumlahnya terus turun. Sejak 2007 hingga kini terus berkurang, mulai dari 325 ton per hari, 315 ton per hari, 295 ton per hari, 245 ton per hari, dan 2011 175 ton per hari.

“Yang paling susah adalah membangun nilai yang tambah di masayrakat, bagaimana membiasakan masyarakat membuangs ampah apda tempatnya. usaha pemerintah saja belum cukup, butuh partisipasi masyarakat,” tegasnya. (Den)

Sumber: http://www.krjogja.com/news/detail/101051/Debat.Calon.Walikota..Hanafi.Rais.-.Imam.Priyono.Absen.html