Mahasiswa Yogyakarta Tuntut Pemilukada Bersih
Senin, 19 September 2011 10:10:00
YOGYA (KRjogja.com) – Puluhan mahasiswa Yogyakarta yang tergabung dalam Pemoeda Tamansiswa menggelar aksi damai di Perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta, Senin (19/9). Dalam aksi massa yang menuntut Pemilukada Kota Yogyakarta berjalan bersih ini, para aktivis menutup mulutnya menggunakan replika uang senilai Rp 100.000 dan Rp 50.000 pertanda mereka menolak adanya money politi kalias politik uang dalam perhelatan lima tahun sekali tersebut.
Menurut Koordinator Lapangan, Andrio Dairo, aksi semacam ini digelar mengingat politik uang telah menjadi sebuah fenomena setiap menjelang penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia. Para calon melalui tim suksesnya dengan terang-teranganbagi-bagi duit kepada warga untuk memuluskan jalannya menuju kursi nomorsatu di kota ini.
“Pemilukada Kota Yogyakarta harus bertekad menyatakan tidak untuk politik uang dan menolak tegas permainan politik uang dan hal ini segera digalakkan kalangan masyarakat. Bila perlu, tekad penolakan tersebut harus dimulai dari akar rumput yang tegas menolak money politic. Dengan cara seperti itu, akan mempersempit langkah para politikus yang akan bermain politik uang,” ujar Andrio.
Andrio menambahkan, sejak awal masyarakat Kota Yogyakarta harus disadarkan, jika salah memilih pemimpin, akan menambah jumlah pemimpin yang hanya merisak negeri ini. Dirinya mencontohkan, banyaknya mantan kepala daerah yang terkena kasus korupsi.
“Perlu untuk dicatat, Pemilukada Kota Yogyakarta berpotensi menjadi ajang pencucian uang para koruptor dari Jakarta. jadi sudah saatnya rakyat menolak politik uang, serta para kandidat maupun tokoh-tokoh reformasi harus turut serta menjaga dan mengontrol Pemilukada Kota Yogyakarta,” pungkasnya. (Den)
Sumber: http://www.krjogja.com/news/detail/100732/Mahasiswa.Yogyakarta.Tuntut.Pemilukada.Bersih.html






Menghitung Irisan Basis Dua Partai Islam Modernis dalam Pemilukada Kota Yogyakarta 2011.
Tanpa Golkar dan Gerindra, Hanafi Rais Sudah Bermodal Suara ‘Aman’.